Senin, 21 Mei 2012

3 Malaikat kecil

Tulisan ini dibuat agar kita lebih berhati2 dan semoga tidak terulang kembali, bukan untuk memojokan salah satu pihak.
Sumber yang didapat dari berbagai media dan saksi dari berbagai kalangan, berita media cetak dan internet, penjaga warung, hansip, tetangga, dan dari semua sumber menyatakan satu suara "karena terlalu lama datangnya".


Kejadian berlangsung kurang lebih jam 10 malam, bertempat di suatu ruko 3 lantai, dimana lantai 1 digunakan untuk menaruh barang dagangan sembako.
Sementara lantai 2 dijadikan tempat tinggal. Seorang ibu dengan 3 orang anak (antara 12 - 7 tahun) yang sedang menidurkan anaknya, dan tiba2 terjadi pemadaman listrik.
Sang mama pun turun ke lantai 1 untuk mengecek listrik dan bermaksud menaikan saklar listrik, dan langsung terjadi percikan api yang diduga dari pompa air listrik.
Api langsung membakar barang2 sembako yg ada di lantai 1, dan sang mama tidak bisa kembali ke lantai 2 karena jalur menuju lantai 2 sudah tertutup api,
Sang mama keluar dan berteriak minta tolong. Warga sekitar berusaha menolong dengan menggunakan ember dan tangga, bahkan dengan alat pemadam yang kecil. Mereka juga berusaha menghubungi pemadam kebakaran yang letaknya kurang lebih 250 meter dari tempat kejadian
Yang menyulitkan ternyata jendela lantai 2 tertutup dengan teralis berpintu, tapi pintu dalam keadaan terkunci. Sang mama naik ke lantai 2 ruko tetangga, berusaha berkomunikasi dengan anak2nya.
Cari selimut basahi dengan air, tetapi mungkin karena usia yang masih muda, mereka tidak berani bergerak, mereka menempel di teralis, sambil menangis dan menjerit memanggil mama.
Sang mama masih bisa menggapai tangan anak2nya. Dari video durasi 15 menit yang aku lihat, saat api makin membesar, satu per satu mulai jatuh, sampai merinding mendengar jeritan dan tangisan dari videonya.
Beberapa menit kemudian baru terdengar bunyi suara pemadam kebakaran, mereka mematikan api dan kemudian mengangkat tubuh anak2 itu satu per satu. Ketiganya sudah meninggal.
Semua sudah terlambat, betapa tragis kejadian ini. Tidak terbayangkan perasaan papa dan mama melihat anak2nya tewas satu per satu tanpa bisa berbuat apa pun.
Warga yang menonton pun banyak yang menangis melihat kejadian ini.

Menurut warga yang menonton, pemadam datang sekitar 30 menit dari saat mulai kejadian, dimana kalau mengingat jarak yang sangat dekat dan waktu yg sudah cukup malam, dimana tidak ada kemacetan.
Dan ada juga informasi yang mengatakan semua itu dikarenakan adanya negoisasi harga dan rute menuju lokasi melalui jalur belakang dimana jaraknya lebih jauh.
Sekarang yang tertinggal, para warga yang protes terhadap pemadam kebakaran, malah sudah terbesit ide untuk membuat pemadam kebakaran swasta untuk wilayah tersebut.
Dari siaran M***O TV sabtu malam yang aku tonton, pernyataan ketua pemadam kebakaran, mereka akan meminta maaf jika mereka melakukan kesalahan.


Semuanya sudah terlambat, jadi mari kita jadikan ini sebagai pelajaran berharga dan yang pasti Tuhan punya rencana yang indah dibalik semua ini.
Selamat jalan 3 malaikat kecil, teman2mu akan terus mengingat bahwa kalian pernah ada (banyak sekali buket bunga yang diletakkan di pintu ruko sebagai tanda ikut berduka cita atas kejadian ini)

Pelajaran yg bisa diambil :
1. Jika menggunakan teralis berpintu, pastikan kunci teralis ada di sekitar teralis, sehingga memudahkan untuk membuka
2. Siapkan alat pemadam kecil di mobil dan rumah
3. Matikan pompa air listrik saat tidak terpakai
4. Berhati2 saat membuang puntung rokok
5. Siapkan selang dan saluran air di depan rumah (ini aku yg tambahin)
...
dan masih banyak list yang harus diperhatikan dalam brosur yang disebarkan oleh ketua lingkungan sehubungan dengan kejadian ini.


PS: ternyata kasusnya masih berlanjut, cek aja di Detik.com and kompas.com

3 komentar:

  1. iya gua juga baca di koran sampe merinding, kasian sekali...
    emang lu tinggalnya deket2 situ mer?

    BalasHapus
  2. setahu g fasiolitas pemadam kebakaran itu harusnya GRATIS yah!? buat apa kita bayar pajak, klo ada kebakaran begini kita kudu nego biaya lagi?! so.. duit kita bayar pajak itu untuk apaan ?! indo emang parah banget!!

    BalasHapus
  3. @Pucca, deket banget 200m

    @Pitshu, ada tarifnya per jam lho, kemrn pas gugling ternyata ada, tapi kalo dibaca2 kayaknya jika kasusnya dipanggil untuk berjaga2 alias stand by.

    BalasHapus